Assalamu'alaikum..
Gua lagi galau segalau-galaunya, melebihi galaunya anak ABG yang lagi putus cinta. Gua tau semua anak kelas 3 ngerasain apa yang gua rasain sekarang, tapi entah gua ngerasa paling galau diantara mereka.
Pasalnya, gua bingung mau ngelanjutin kemana dan dimana. Seperti anak ABG pada umumnya, gua curhatlah ke orang tua tentang masa depan gua ini. Alhasil kita sepakat buat nanya ke guru bokap gua. Sambil nunggu istikhoroh jawaban, gua banyakin do'a buat diberikan ketabahan akan hasilnya nanti.
2 minggu berlalu jawaban pun sudah diberikan. Dan gua gak terima dengan jawabannya. Gua ngerasa passion gua bukan disitu. Tapi dawuh beliau gua gak akan betah jika gua ngelanjutin apa yang gua inginkan. Gua hancur sehancurnya.
Karena masih belum terima dengan jawaban guru bokap, gua tanya juga ke guru gua yang notaben passionnya sama dengan yang gua pengen. Beliau ngedukung 1000% dengan pilihan gua, asalkan gua niatnya bener bukan karena duniawi.
Tapi, gua belum puas dengan jawaban beliau-beliau. Karena, 1:1, akhirnya gua tanya ke pembina ma'had (umi). Beliau cerita ketika beliau hendak bekerja beliau juga tanya ke guru beliau, lalu guru umi mengistikhorohinya. Dan jawaban dari istikhoroh guru umi "kamu cocoknya ngajar di puncu(sebuah kecamatan)" . Umi pun mencari sekolah yang ada di puncu untuk ngelamar kerja disana. Bebarengan dengan itu, umi dapet tawaran kerja dari MAN 3 KEDIRI buat jadi guru disana dan jadi pembina ma'had. Umi menyetujuinya. Tak sampai disitu, umi makin gelisah karena pekerjaannya tak sesuai dengan istikhoroh gurunya. Umi pun merenunginya. Ternyata, tafsiran tentang dawuh guru beliau adalah santri yang ada di Ma'had Ar-ridlwan kebanyakan berasal dari puncu.
Gua ngambil pelajaran dari cerita umi bahwa istikhoroh dapat ditafsirkan dari banyak jalan. Siapa tau kalo gua ngikutin jawaban istikhoroh guru bokap, gua nemuin passion yang gua inginkan disana.
Tak henti-hentinya gua nanya ke banyak narasumber. Karena, gua ngerasa ini penting. Ini masalah nasib gua kedepannya coy. Gua tanya ke kyai besar di madrasah gua. Finally, dawuh beliau gua cocok dengan apa yang gua inginkan. Senengnya bukan main, gua sampek kejedot di depan kyai. Reputasi gua -_-, tapi gua gak peduli:v.
Pelajaran yang bisa diambil dari cerita ini adalah, semua pasti ada jalan asalakan kita yakin dan niat hanya untuk menggapai Ridho ALLAH SWT.
Semoga kita sukses dunia akhirat, dan dipertemukan di surga kelak. Jika kalian gak nemu gua di surga cari dan ajak gua ke surga ya reader hehe.
Jum'at mubarak, jangan lupa al-kahfi.
Wassalamu'alaikumwarahmatullah
Jumat, 16 Februari 2018
Hijrah Zaman Now
Assalamu'alaikum ...
Zaman now lagi marak-maraknya tuh hijrah dan style hijab syar'i. Gua sangat bersyukur atas hidayah yang Allah berikan untuk umat manusia di ZAMAN NOW. Dengan semakin banyaknya umat yang ber-amar ma'ruf nahi munkar di suatu lingkup daerah maka semakin baik pula lingkungannya.
Sebelum lebih dalem lagi kupasan yang tajam gua tentang Hijrah Zaman Now, gua mau kalian tau apa itu hijrah! Kan gak lucu kalo ada orang hijrah tapi nggak tau hakikat hijrah itu apa yee kaan?
Hijrah yaitu mulai kembali kepada kehidupan beragama, berusaha mematuhi perintah Allah menjauhi larangan-Nya dan berusaha menjadi lebih baik, karena sebelumnya tidak terlalu peduli atau sangat tidak peduli tentang aturan agama. Dan satu lagi yang perlu ditekankan "agama islam atau apapun agamanya bukan cuman hanya sekedar status bahkan mainan belaka, islam adalah anugerah dari yang Maha Kuasa".
Zaman Now banyak yang ngemanfaatin sosial media buat berdakwah, berbagi ilmu, bahkan mengupdate kegiatan beribadahnya. Semua itu tergantung pada niat. Jangan selipkan riya' disela-sela ibadah walaupun hanya sedikit. Gua tau riya' itu manusiawi. Tapi jika tidak berusaha menghilangkannya akan hilang pahala ibadah bahkan bisa juga menimbulkan dosa.
Hijrah itu butuh proses agar tetap istiqomah ngejalaninnya dan tidak ada beban didalamnya. Nikmatin dan renungin prosesnya. Jangan karena style hijab syar'i lagi nge-tren, yang awalnya pake baju minimalis tiba-tiba pakai baju yang sampai nggak kelihatan dimana orangnya. Gua nggak pernah nyalahin orang yang tiba-tiba syar'i atau tiba-tiba pakai niqob. Semuanya tergantung pada niat. Bukannya gua suudzon, gua takut kalo itu semua buat ngikutin tren belaka. Zaman now zamannya hijab syar'i, gimana kalo zamannya pakai *bikini apa orang akan ngikutin untuk makai *bikini? Renungin!
Setelah hijrah pakaian yang diutamakan adalah hijrah akhlak, setertutup apapun jika akhlak masih seperti yang pertama maka sia-sia hijrahnya.
Semoga kita tetap istiqomah dalam menjalankan ibadah, dan tambah giat menjalankannya. Semoga kita tetap dalam naungan-Nya, mendapatkan syafaat Rasulullah di hari akhir nanti. Wassalamu'alikumwarahmatullah.
Zaman now lagi marak-maraknya tuh hijrah dan style hijab syar'i. Gua sangat bersyukur atas hidayah yang Allah berikan untuk umat manusia di ZAMAN NOW. Dengan semakin banyaknya umat yang ber-amar ma'ruf nahi munkar di suatu lingkup daerah maka semakin baik pula lingkungannya.
Sebelum lebih dalem lagi kupasan yang tajam gua tentang Hijrah Zaman Now, gua mau kalian tau apa itu hijrah! Kan gak lucu kalo ada orang hijrah tapi nggak tau hakikat hijrah itu apa yee kaan?
Hijrah yaitu mulai kembali kepada kehidupan beragama, berusaha mematuhi perintah Allah menjauhi larangan-Nya dan berusaha menjadi lebih baik, karena sebelumnya tidak terlalu peduli atau sangat tidak peduli tentang aturan agama. Dan satu lagi yang perlu ditekankan "agama islam atau apapun agamanya bukan cuman hanya sekedar status bahkan mainan belaka, islam adalah anugerah dari yang Maha Kuasa".
Zaman Now banyak yang ngemanfaatin sosial media buat berdakwah, berbagi ilmu, bahkan mengupdate kegiatan beribadahnya. Semua itu tergantung pada niat. Jangan selipkan riya' disela-sela ibadah walaupun hanya sedikit. Gua tau riya' itu manusiawi. Tapi jika tidak berusaha menghilangkannya akan hilang pahala ibadah bahkan bisa juga menimbulkan dosa.
Hijrah itu butuh proses agar tetap istiqomah ngejalaninnya dan tidak ada beban didalamnya. Nikmatin dan renungin prosesnya. Jangan karena style hijab syar'i lagi nge-tren, yang awalnya pake baju minimalis tiba-tiba pakai baju yang sampai nggak kelihatan dimana orangnya. Gua nggak pernah nyalahin orang yang tiba-tiba syar'i atau tiba-tiba pakai niqob. Semuanya tergantung pada niat. Bukannya gua suudzon, gua takut kalo itu semua buat ngikutin tren belaka. Zaman now zamannya hijab syar'i, gimana kalo zamannya pakai *bikini apa orang akan ngikutin untuk makai *bikini? Renungin!
Setelah hijrah pakaian yang diutamakan adalah hijrah akhlak, setertutup apapun jika akhlak masih seperti yang pertama maka sia-sia hijrahnya.
Semoga kita tetap istiqomah dalam menjalankan ibadah, dan tambah giat menjalankannya. Semoga kita tetap dalam naungan-Nya, mendapatkan syafaat Rasulullah di hari akhir nanti. Wassalamu'alikumwarahmatullah.
Langganan:
Postingan (Atom)
