Assalamu'alaikum ... Malam ini malam dimana prinsip gua sebagai pejuang entitas digoyahkan. Gua sudah lepas kendali, dan mempertunjukkan kembali sisi buruk yang lama gua tinggalin.
Gua gak abis pikir sama remaja zaman sekarang. Mereka dengan mudahnya bertindak sesuka dengkul dan nggak mikirin dampak.
Example, its true story. Ini yang gua rasain sore ini. Sore ini, gua lagi asik chat an sama adik kelas sekamar. Tiba-tiba dia ngelontarin kata-kata yang sangat tidak sopan, bahkan dia tak pantas nulis(soalnya ini chat) seperti itu buat anak seumurannya bahkan yang lebih muda sekalipun. I am socked, i don't accept. Gua langsung nge blok akunnya tanpa permisi. Gua ngerasa nggak dihargain lagi disini. Gua ngerasa gak ada gunanya gua temenan sama anak yang gak bisa ngebuat gua lebih baik atau sebaliknya. Gua udah nyerah berlapang dada.
Akhirnya, dia minta maaf ke gua pake akun temen yang laen. Entahlah, ati gua belum juga adem. Gua gak bisa terima itu. Meskipun menurut dia itu hanya lelucon belaka. But, that's the most painful thing. Open your mind before open your mouth.
The cloncusion, remaja adalah harapan bangsa dan agama. Jika sejengkal perbuatan dibumbui dengan kata-kata yang tidak "senonoh" maka takkan damai suatu negara. Dewasa itu bukan tentang berapa umurnya, tapi seberapa bisa ia mengontrol, mengendalikan, dan bertanggung jawab atas dirinya dan orang lain.
Wassalamu'alaikum.
Rabu, 21 Maret 2018
Senin, 19 Maret 2018
Man 3 Kediri vs Freie Universitat Berlin
Assalamu'alaikum, hello gaeees ... Buat ngisi kesuwungan gua yang hakiki, sekarang ini gua lebih suka baca blog dan nonton vlog orang yang menginspirasi gua sekarang *jreeeng(biar ada backsoundnya:v) kak gitasav. Beliau juga yang nginspirasi gua buat bikin blog. Disalah satu blog favorit gua adalah blog yang ngebahas tentang jerman dan universitas beliau. Ketika kak gitasav cerita tentang kuliah yang gak bisa disambi(gua muter otak banget buat nyari bahasa indonya tapi gak nemu-nemu, buat yang tau komen dibawah yaa biar gua revisi nanti) dengan kegiatan lain. Di Freie Universitat Berlin kecerdasan bukanlah prioritas utama, melainkan ketekunan, kerajian, keuletan, dan semangat belajar. Walaupun anaknya cerdasnya minta ampun tapi bolos lebih dari 3kali bakal D.O. Gua serasa ngejalanin apa yang diceritakan beliau. Di madrasah gua juga menjalankan hal serupa.
Dulu tuh ada anak yang buandel banget dia tidur dikelas mulu, kalo gak istirahat atau pulang gak bakal bangun dah dia. Dia juga sering bolos sekolah dengan alesan kesiangan padahal dia tinggal di pondok pesantren. Tapi, dia pinternya minta ampuuuun buangget dah, dia selalu paham semua mapel meskipun gak pernah ngedengerin penjelasan guru. Dia juga selalu juara paralel. Entahlah, mungkin dia punya ilmu ladhuni. Berhubung dia anak pondok, jadi lingkungannya islamic buangeet, dan temennya rata-rata gus pondok di kediri dan sekitarnya (wenaq tohh), gus disana gak ada yang sekolah formal. Sampai akhirnya dia berada di titik jenuh untuk sekolah formal. Dia pun lebih sering bolos sekolah. Dan saat yang tak diinginkan tiba, dia dianjurkan mengundurkan diri dari madrasah dengan cara yang kurang "baik". Semua warga madrasah menyayangkan hal ini, karena dia adalah murid yang sangat cerdas dan tawaddu'.
Kesimpulan dari blog kali ini adalah semua ilmu berasal dari Allah, semuanya wajib kita pelajari meskipun itu ilmu duniawi atau ilmu agama dan harus seimbang. Tetaplah istiqomah dan jangan lupa berdo'a agar tetap berada di jalan yang benar. Semoga kita semua mendapatkan berkah dari ilmu yang kita pelajari.
Ps; sorry buat temen gua yang jadi tokoh utama di blog gua kali ini, mohon keikhlasannya.
Wassalamu'alaikum
Dulu tuh ada anak yang buandel banget dia tidur dikelas mulu, kalo gak istirahat atau pulang gak bakal bangun dah dia. Dia juga sering bolos sekolah dengan alesan kesiangan padahal dia tinggal di pondok pesantren. Tapi, dia pinternya minta ampuuuun buangget dah, dia selalu paham semua mapel meskipun gak pernah ngedengerin penjelasan guru. Dia juga selalu juara paralel. Entahlah, mungkin dia punya ilmu ladhuni. Berhubung dia anak pondok, jadi lingkungannya islamic buangeet, dan temennya rata-rata gus pondok di kediri dan sekitarnya (wenaq tohh), gus disana gak ada yang sekolah formal. Sampai akhirnya dia berada di titik jenuh untuk sekolah formal. Dia pun lebih sering bolos sekolah. Dan saat yang tak diinginkan tiba, dia dianjurkan mengundurkan diri dari madrasah dengan cara yang kurang "baik". Semua warga madrasah menyayangkan hal ini, karena dia adalah murid yang sangat cerdas dan tawaddu'.
Kesimpulan dari blog kali ini adalah semua ilmu berasal dari Allah, semuanya wajib kita pelajari meskipun itu ilmu duniawi atau ilmu agama dan harus seimbang. Tetaplah istiqomah dan jangan lupa berdo'a agar tetap berada di jalan yang benar. Semoga kita semua mendapatkan berkah dari ilmu yang kita pelajari.
Ps; sorry buat temen gua yang jadi tokoh utama di blog gua kali ini, mohon keikhlasannya.
Wassalamu'alaikum
Langganan:
Postingan (Atom)