Jumat, 16 Februari 2018

Cita-cita

Assalamu'alaikum..
Gua lagi galau segalau-galaunya, melebihi galaunya anak ABG yang lagi putus cinta. Gua tau semua anak kelas 3 ngerasain apa yang gua rasain sekarang, tapi entah gua ngerasa paling galau diantara mereka.
Pasalnya, gua bingung mau ngelanjutin kemana dan dimana. Seperti anak ABG pada umumnya, gua curhatlah ke orang tua tentang masa depan gua ini. Alhasil kita sepakat buat nanya ke guru bokap gua. Sambil nunggu istikhoroh jawaban, gua banyakin do'a buat diberikan ketabahan akan hasilnya nanti.
2 minggu berlalu jawaban pun sudah diberikan. Dan gua gak terima dengan jawabannya. Gua ngerasa passion gua bukan disitu. Tapi dawuh beliau gua gak akan betah jika gua ngelanjutin apa yang gua inginkan. Gua hancur sehancurnya.
Karena masih belum terima dengan jawaban guru bokap, gua tanya juga ke guru gua yang notaben passionnya sama dengan yang gua pengen. Beliau ngedukung 1000% dengan pilihan gua, asalkan gua niatnya bener bukan karena duniawi.
Tapi, gua belum puas dengan jawaban beliau-beliau. Karena, 1:1, akhirnya gua tanya ke pembina ma'had (umi). Beliau cerita ketika beliau hendak bekerja beliau juga tanya ke guru beliau, lalu guru umi mengistikhorohinya. Dan jawaban dari istikhoroh guru umi "kamu cocoknya ngajar di puncu(sebuah kecamatan)" . Umi pun mencari sekolah yang ada di puncu untuk ngelamar kerja disana. Bebarengan dengan itu, umi dapet tawaran kerja dari MAN 3 KEDIRI buat jadi guru disana dan jadi pembina ma'had. Umi menyetujuinya. Tak sampai disitu, umi makin gelisah karena pekerjaannya tak sesuai dengan istikhoroh gurunya. Umi pun merenunginya. Ternyata, tafsiran tentang dawuh guru beliau adalah santri yang ada di Ma'had Ar-ridlwan kebanyakan berasal dari puncu.
Gua ngambil pelajaran dari cerita umi bahwa istikhoroh dapat ditafsirkan dari banyak jalan. Siapa tau kalo gua ngikutin jawaban istikhoroh guru bokap, gua nemuin passion yang gua inginkan disana.
Tak henti-hentinya gua nanya ke banyak narasumber. Karena, gua ngerasa ini penting. Ini masalah nasib gua kedepannya coy. Gua tanya ke kyai besar di madrasah gua. Finally, dawuh beliau gua cocok dengan apa yang gua inginkan. Senengnya bukan main, gua sampek kejedot di depan kyai. Reputasi gua -_-, tapi gua gak peduli:v.
Pelajaran yang bisa diambil dari cerita ini adalah, semua pasti ada jalan asalakan kita yakin dan niat hanya untuk menggapai Ridho ALLAH SWT.
Semoga kita sukses dunia akhirat, dan dipertemukan di surga kelak. Jika kalian gak nemu gua di surga cari dan ajak gua ke surga ya reader hehe.
Jum'at mubarak, jangan lupa al-kahfi.
Wassalamu'alaikumwarahmatullah

1 komentar: